[Artikel] Wawancara Jang Keun Suk di Majalah VOGUE JAPAN Edisi April 2015

English trans : Wen Lee & tenshi_akuma >> HERE
Indonesian trans : niez_jangeo

Editor VOGUE JAPAN memyiapkan beberapa jenis pakaian untuknya. Melihat baju-baju itu, dia berkata “Aku pikir yang ini dan yang itu bagus.” Terutama, yang dia pakai untuk foto sampul, atasan CIVENCHY dan bawahan dengan batu gypsophila. Mereka juga berpikir setelan ini sangat cocok untuknya. Ketika syuting dimulai, dia segera mengerti apa yang fotografer ingin dia lakukan. Selain itu, dia memberikan beberapa ide tak terduga pada mereka. Setelah pengambilan gambar, mereka menanyakannya tentang pakaian yang telah dia pakai hari itu. JKS menjawab, “Aku senang memakai kaos motif bunga hari ini setelah beberapa lama. Aku suka memakai pakaian yang menarik perhatian daripada yang penuh warna.” Mereka bertanya padanya, “Bertambah usia adalah alasan seleramu berubahkah?” Dia berkata,”Aku pikir karena setiap kali aku bertanya pada wanita gaya seperti apa yang mereka sukai dari pria, mereka selalu menjawab ‘Aku suka gaya yang sederhana’. Aku merasa pasti lebih baik jika aku suka gaya yang sama dengan yang dipikirkan para wanita. jadi aku mencoba berubah seperti itu, tetapi sejujurnya, aku akan kembali ke motif leopard nanti.”

Semua lagu di almbum terbarunya :Monochrome” ditulis oleh penulis lirik Jepang. Kebanyakan lagu-lagunya sebelumnya aslinya ditulis oleh orang Korea, dan setelah itu baru diterjemahkan kedalam bahasa Jepang. Namun, lirik aslinya semua ditulis oleh orang Jepang kali ini. JKS menjelaskan maksudnya dengan menjelaskan. “Itu karena aku berharap orang Jepang akan menggambarkan pandangan dunia dan berbagi perasaan saat mereka emndengarkan album ini.” Dia menambahkan, “Untuk mencoba memahami pemikiran orang Jepang tentang dunia, aku mendengarkan berbagai jenis lagu-lagu Jepang. Contohnya, Mr. Children. Aku pikir setiap orang Jepang memahami dunia mereka dengan musik.” JKS berkata, “Aku memiliki rasa suka khusus pada “Hidamari (Sinar mentari)”, menyanyikan bagian awal “Aku tidak bisa menjadi pahlawan yang aku impikan sejak kecil. Memang, aku tidak memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.” dia menambahkan, “Setelah menyelesaikan rekaman, suasana studio berubah.” Mengingat kedua albumnya sebelumnya dan album TEAM H, musiknya memiliki kesan rock. Tetapi, dia berkata dia ingin menunjukkan sisi lain JKS melalui ambum baru ini. “Aku ingin menunjukkan sisi dalam diriku pada penggemar, bukan diriku diluarnya. Aku sudah berusia 29 tahun di Korea. Aku ingin mengekspresikan perasaan seorang pria umunya. Aku harap kalian bisa merasakan kejujuran perasaan dari album ini.”

JKS adalah aktor dan penyanyi yang aktif. Tetapi disaat yang sama, dia juga aktif sebagai mahasiswa pascasarjana.

Q: Apa yang kau pelajari di kuliah pascasarjana?
JKS: Aku mempelajari bagaimana cara membuat film. Aku harus membuat film pendek setiap enam bulan sebagai tugas. Aku sudah berakting di dalamnya sejauh ini, tetapi aku ingin menyutradari aktor di filmku berikutnya.

Q: Kau ingin menjadi sutradara kedepannya?
JKS: Aku masih belum tahu apa yang akan aku lakukan di masa depan, tetapi aku pikir bahwa hanya saat ini aku mendapat kesempatan untuk mempelajari apa yang ingin aku pelajari. Aku ingin belejar banuak tentang perfilman, jadi aku belajar bersama pria paruh baya.

Q: Bersama pria paruh baya?
JKS: Aku yang termuda. Yang lainnya adakah pria berusia 40an dan 50an semua. Sebenarnya, ada beberapa yang sudah menjadi sutradara film. Aku berkomunikasi dengan mereka lewat email contohnya seperti “Ini tugas berikutnya!”, Minggu depan kami ada avara minum di rumah dosen!”

Q: Sepertinya kau menikmati kehidupan barumu sebagai mahasiswa. Ngomong-ngomong, sebagai aktor, peran seperti apa yang kau coba selanjutnya?
JKS: Aku banyak bermain di komedi romantis, jadi aku ingin mencoba peran yang lebih serius di kemudian hari, seperti dokter atau profesional.

Q: Aku punya kesan seperti bos akan dirimu hingga bertemu langsung denganmu. Tetapi aku merasa berbeda sekarang. Bisakah kau menjelaskan karakter dirimu?
JKS: Akhir-akhir ini, aku sering dibilang kalau aku menjadi dewasa. Tetapi, keduanya Do-S JKS yang dikenal beberapa tahun lalu dan JKS dewasa yang sekarang adalah juga diriku yang sebenarnya. Aku masih terus mendewasakan diri. (tertawa)

Q: Jadi karakter Do-S bukan buatan?
JKS: Ketika musim panas datang, aku mungkin akan lebih bermuka tebal. Di musim dingin aku sangat lemah. Aku benar-benar tidak bertenaga. Setelah makan tidur lagi dan lagi, aku akan tambah gemuk. Itulah kenapa, aku berdiet sekarang.

Q: Aku dengar kau duka minum (alkohol)!
JKS: Aku tidak minum setiap hari! (tertawa) Di Korea, ada budaya besar yang disebut “ondol (lantai yang hangat).” Di rumah, aku bisa berbaring dan menonton TV sambil minum.

Q: Apa kau punya teman minum?
JKS: Aku sering minum bersama Jaejoong JYJ. Teman-temanku di dunia hiburan sangat sibuk, jadi aku minum bersama Jaejoong yang tinggal berdekatan. Aku juga punya banyak teman orang Jepang. Mereka tidak punya “lantai yang hangat” di rumah, jadi ketika mereka datang ke rumahku, disini sangat hangat hingga mereka tidak ingin meninggalkan kamarku. (tertawa)

Q: Lalu, mari kita berbicara tentang fashion. Apa ada merek fashion kesukaanmu?
JKS: Yves Saint-Laurent, GIVENCHY. Aku mulai suka Balenciaga akhir-akhir ini. Aku pikir hal yang paling penting dalam fashion adalah garis bentuknya [Siluet]

Q: Jenis fashion seperti apa yang kau sukai dari seorang wanita?
JKS: Aku sangat suka gaya yang feminim, seperti baju terusan, berenda, merah muda dan putih. Aku biasanya suka yang mini-mini tetapi sekarang aku rasa mungkin “Seksi yang tak terlihat jelas” itu lebih baik. (tertawa)

Q: Aku mengerti. Akan menjadi apa kau dalam 10 tahun lagi?
JKS: Aku ingin menjadi ayah yang keren.

Q: Kau suka anak-anak?
: Aku tidak tahu. (tertawa) Tetapi, jika aku punya anak, aku mungkin akan merasa gemas apapun yang dia lakukan.

Q: Jadi apa kau pikir kau akan menikah hingga saat itu?
JKS: Tentu saja! Aku ingin menjadi suami yang keren. Aku selalu berkata bahwa jika aku menemukan seseorang yang aku sukai, jika waktunya tepat, aku mungkin saja ingin menikah minggu depan. Ngomong-ngomong, saat aku mendengar orang memanggil suami mereka “tuan”, aku terkejut. Aku pikir di Korea, wanita akan merasa kesal akan hal itu, karena mereka lebih dominan.

Q: Siapa yang paling ingin kau temui saat ini?
JKS: Ayahku. Aku heran bagaimana dia bisa membuat anak laki-laki yang begitu sempurna! (tertawa)

Q: Apa yang paling kau inginkan saat ini?
JKS: Wajan. Aku suka memasak. Akhir-akhir ini aku habiskan 3 jam untuk berbelanja alat masak Perancis. Aku juga sering mencari alat masak di Jepang.

Q: Kami tidak mengira kau memiliki sisi seperti ini.
JKS: Aku suka mengoleksi cangkir teh, mug kopi dan teko teh. Aku suka makanan Jepang yang indah. Aku memasak sendiri meski disaat tidak ada tamu. Memang banyak layanan pengiriman makanan di Korea, tetapi sebenarnya aku tidak suka menggunakannya.

Q: Makanan seperti apa yang kau masak?
JKS: Aku tidak tahu namanya karena aku memasak dengan bahan-bahan yang aku punya di kulkas saat itu. (tertawa) Seperti sup Jjigae dan pasta. Aku tidak masalah meski pacarku tidak pandai memasakan karena aku bisa memasak. Namu aku harap dia bisa mencuci.

Q: Memasak sendiri adalah gaya aslimu. Ada yang lain?
JKS: Aku pergi kuliah tanpa manager. Di Korea, bahkan pergi ke rumah sakit, manager biasanya menemani artisnya. Aku tidak suka menjalani hidup seperti itu. Jika tidak ada pekerjaan hari itu, aku ingin hidup tanpa manager. Aku ingin memikirkan kehidupanku sendiri.

Q: Kau menikmati kehidupan kuliahmu seperti mahasiswa pada umumnya.
JKS: Aku makan sendirian di kantin kampus. Di Korea, orang mungkin berpikir makan sendiri terlihat sangat kesepian, tetapi aku lebih suka seperti itu.

Q: Kau suka tinggal sendirian? Lalu, aku punya pertanyaan. Apa 3 benda yang ingin kau bawa ke pulau terpencil?
JKS: Pertanyaan yang sangat setipe untuk majalah wanita. (senyum meringis) Ya, mungkin wajan, pisau dan ponsel.

Q: Kau tidak bisa hidup tanpa ponsel?
JKS: Tidak. Setiap pagi setelah aku terbangun, aku mengecek berita di ponsel untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia yang aku tinggali. Sebagai bagian dari masyarakat ini sangat rumit, aku terkadang merasa tidak seharisnya aku mengetahuinya.

Q: Kalau begitu, pertanyaan terakhir. Bukan sebagai aktor atau penyanyi, apakah ada hal yang ingin kau coba di bidang yang lain?
JKS: Aku selalu bekerja sebagai artis, jadi aku sering berpikir apalagi yang akan kulakukan. Tahun lalu, aku mengembalikan diriku, hasilnya adalah album “Monochrome”. Diriku juga menanti bagaimana aku akan tumbuh. Tetapi jika aku menemukan sesuatu yang menarik, aku ingin mencobanya. Contohnya, pembalap!

Seperti yang kalian tahu, JKS dikenal sebagai pecinta mobil. Wawancara kami diakhiri dengan jawaban jahilnya.

Catatan editor: Selama wawancara, lilin kesukaannya DIPTYQUE “MIMOSA” dinyalakan di studio syuting. JKS yang suka mengoleksi piring-piringan, suka emmasak dan aroma MIMOSA mengungkapkan rahasianya pada kami. “Sejujurnya, wangi kesukanku adalah “febreze” di dalam botol biru. Ketika aku bangun dan akan tidur, aku menyemprotkannya ke kasur. Ketika aku tidur di malam hari, aku merasa sangat bahagia, dikelilingi wangi febreze!” Kejujurannya membuat kami sering tertawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s