[Music] Jang Keun Suk “空と君と (The Sky and You) Lyrics

English trans: tenshi_akuma & Hazy
Indonesan trans: niez_jangeo

Jkt_tsujo

aoku haruka na sora wo miagete ita
kimi mo kitto miteiru son na funi kokoro de kan jiru

naname ni nobiru kage hitotu
bon yari to aruke ba
kaze ga tohri sugiru tabi ni kioku ga hohoende kureru
kimi no koe ga kikoeta

kimi no inai migigawa temoti busata na tenohira ga
zutto zutto kimi wo sagasu yo

aoku haruka na sora wo miagete ita
futari no iru keshiki ga me wo tojireba ukabu
donna ni tohku e hanarete itato shite
kyori wa kokoro koenai kimi no koto kokoro de kanjiru

itumo no kohen boku hitori
katari atta bench de
kimi ga me wo kagayakasete oshietekureta yume no koto
mimamotte iru kara

kimi wa nakimushi dakara sobani ite agetai keredo
kitto kitto kore de i i no sa

aoku haruka na sora ni kumo ga nagare
toki wa sugite yuku kara ima daiji ni shite
ituka aeruto yakusoku wa shinai yo
boku wa kokode matteru kimi no yume kanauto shinjite

aoku haruka na sora wo miagete ita
futari no iru keshiki ga me wo tojireba ukabu
donna ni tohku e hanarete itato shite
kyori wa kokoro koenai kimi no koto kokoro de kanjiru

~
Indonesian trans

Aku memandang langit biru nun jauh disana.
Terpikir olehku, kau pasti memandang langit yang sama..

Seperti bayangan yang mengikutiku ketika aku berjalan sendiri sambil melamun.
Setiap kali angin berhembus, kenangan akan kita membuatku tersenyum.
Aku mendengar suaramu.

Kau tidak lagi disampingku saat ini.
Tangan(kesepian)ku tanpa tujuan mencari tanganmu kini dan selamanya.

Aku memandang langit biru nun jauh disana.
Mengingat kenangan kita saat kupejamkan mata.
Tak peduli seberapa jauh kita terpisah sekarang,
Aku yakin jarak diantara kita tidak akan melebihi hati kita.
Aku merasakanmu didalam hatiku.

Aku sendiran di taman tempat kita biasa datangi.
Duduk di kursi taman tempat kita saling berbicara, matamu yang bercahaya saat kau menceritakan mimpimu.
Aku akan tetap menjaga mimpimu.

Aku tahu kau mudah menangis.
Maka aku ingin bersama denganmu.
Namun, aku yakin yang terbaik bagi kita saat ini adalah tidak bersama.

Layaknya awan yang bergerak di langit biru, waktupun berlalu.
Aku harap kau akan fokus kedepan.
Aku tidak akan berjanji aku bisa melihatmu lagi dikemudian hari.
Aku hanya menunggumu disini, percaya bahwa mimpimu tercapai.

Aku memandang langit biru nun jauh disana.
Mengingat kenangan kita saat kupejamkan mata.
Tak peduli seberapa jauh kita terpisah sekarang,
Aku yakin jarak diantara kita tidak akan melebihi hati kita.
Aku merasakanmu didalam hatiku.

~~
English

I was looking up at the faraway blue sky.
It occurred to me, you must be looking at the same one…..

A slanted shadow followed as I was walking alone absent-mindedly.
Each time the wind blew, memories of us made me smile.
I heard your voice.

You are no longer next to me on my right.
My (lonely) palm aimlessly searching for yours forever and ever.

I was looking up at the faraway blue sky.
Remembering the scenes of us when I closed my eyes.
No matter how far apart we’re now,
I believe the distance between us will not surpass our hearts.
I feel you in my heart.

I’m alone in the park where we used to go.
Sitting on the bench where we talked, your eyes shining as your shared your dream.
I will keep an eye on your dream.

I know you’re a crybaby.
So I’ve wanted to stay with you.
But, I’m sure this would be best for us not being together.

As the cloud moves in the faraway blue sky, time passes by.
I hope you will focus on the present.
I won’t promise I can see you again in the future.
I’m just waiting for you here, believing your dream comes true.

I was looking up at the faraway blue sky.
Remembering the scenes of us when I closed my eyes.
No matter how far apart we’re now,
I believe the distance between us will not surpass our hearts.
I feel you in my heart.

[Music] Jang Keun Suk “夜明け前 (Before Dawn)” Lyrics

English trans: tenshi_akuma & Hazy
Indo trans : niez_jangeo

Jkt_tsujo

yoru no kaze setu nakute
naze ka kyu ni jibun ga kie soh de
kodoku de nemure nakute

isoideru kono machi no door akete nukedasi
sora made tikai basho e

ashita wa doko ni aru n da rou?
ike nai tobe nai mie nai mirai

nan kai datte nai tatte
nan ju kkai ore sou de
ei en ni yoru ga tuzuki soh demo
nan bya kkai nayan datte
nan zen kai mogai tatte
tai you wa no botte yu ku kyoh mo
mou ikkai hajimete miyou

boku tati no karada ni wa ata taka i u mi ga afure teru
sou sizen no hito tu nan da
tu raku te mo ko no hoshi wa
gyaku muki ni mawase nai n da kara
nagare ni mi wo makase te

kotae ga wakara nakutemo kinou no jibun to mae wo mi you

nan kai datte nai tatte
nan ju kkai ore sou de
ei en ni yoru ga tuzuki soh demo

nan bya kkai nayan datte
nan zen kai mogai tatte
tai you wa no botte yu ku kyoh mo

yami ga aru kara hosi wa kaga yaku
muda na itami na n te nai
namida no saki ni nani ka ga hikaru hazu kitto

nan kai datte nai tatte
nan ju kkai ore sou de
ei en ni yoru ga tuzuki soh demo

nan bya kkai nayan datte
nan zen kai mogai tatte
tai you wa no botte yu ku kyoh mo

mou ikkai hajime you

__

Indo Trans

Angin malam membuat hatiku sakit.
Aku tidak tahu mengapa, namun tiba-tiba aku merasa sepertinya aku akan menghilang (di udara).
Aku merasa sangat kesepian untuk dapat tidur.

Aku harap aku bisa membuka pintu kota yang sibuk ini dan keluar ke tempat paling dekat dengan langit.

Dimanakah esok hari?
Kita tidak bisa pergi. Kita tidak bisa terbang. Kita (bahkan) tidak bisa melihat masa depan.

Meski jika kau menangis berkali-kali,
Meski jika hatimu terluka puluhan kali,
Meski jika malam hari seperti akan berakhir selamanya,
Meski jika kau cemas ratusan kali,
Meski jika kau berjuang ribuan kali,
hari ini matahari akan terbit seperti biasa.
Karenanya, ayo coba memulainya sekali lagi.

Tubuh kita penuh dengan kehangatan laut.
Kita bagian dari alam.
Meski jika sungguh sulit untuk hidup,
Tidak mungkin untuk memutar kembali dunia ini.
Karena itu, ato kita berpacu dengan waktu.

Meski jika jawaban itu tidak jelas,
mari lihat dirimu kemaren dan pandanglah kedepan.

Meski jika kau menangis berkali-kali,
Meski jika hatimu terluka puluhan kali,
Meski jika malam hari seperti akan berakhir selamanya,
Meski jika kau cemas ratusan kali,
Meski jika kau berjuang ribuan kali,

Terima kasih untuk kegelapan, hingga bintang bisa berkelap-kelip.
tidak ada luka yang sia-sia bagi kita.
Setelah tangisan itu, akan ada sesuatu yang bercahaya.

Meski jika kau menangis berkali-kali,
Meski jika hatimu terluka puluhan kali,
Meski jika malam hari seperti akan berakhir selamanya,
Meski jika kau cemas ratusan kali,
Meski jika kau berjuang ribuan kali,

Meski jika kau menangis berkali-kali,
Meski jika hatimu terluka puluhan kali,
Meski jika malam hari seperti akan berakhir selamanya,
Meski jika kau cemas ratusan kali,
Meski jika kau berjuang ribuan kali,
hari ini matahari akan terbit seperti biasa.
Karenanya, ayo coba memulainya sekali lagi.

__
English trans

The night wind makes my heart ache.
I don’t know why, but suddenly I feel as if I would disappear (in the air).
I feel too lonely to sleep.

I wish I could open the door of this busy city and get out to the place closest to the sky.

Where is tomorrow?
We can’t go. We can’t fly. We can’t (even) see the future.

Even if you cry many times,
Even if your heart is broken dozens of times,
Even if night looks to last forever,
Even if you worry hundreds of times,
Even if you struggle thousands of times,
the sun rises today as usual.
Then, let’s try to start once more.

Our body is full of warm sea.
We are a part of the nature.
Even if it’s too hard to live,
It’s impossible to spin this earth back.
Then, let’s go with the times.

Even if the answer is unclear,
let’s look at your yesterday self and look forward.

Even if you cry many times,
Even if your heart is broken dozens of times,
Even if night looks to last forever,
Even if you worry hundreds of times,
Even if you struggle thousands of times,
the sun rises today as usual.

Thanks to the darkness, stars can twinkle.
There are no wasted pains for us.
After tears, there will be something shiny for sure.

Even if you cry many times,
Even if your heart is broken dozens of times,
Even if night looks to last forever,
Even if you worry hundreds of times,
Even if you struggle thousands of times,
the sun rises today as usual.

Even if you cry many times,
Even if your heart is broken dozens of times,
Even if night looks to last forever,
Even if you worry hundreds of times,
Even if you struggle thousands of times,
the sun rises today as usual.
Then, let’s start once more.

[Artikel] Wawancara Spesial Jang Keun Suk di WHAT’s IN Maret 2015

Credits: M-ON! Entertainment
English translation: Hazy from ECI (edited by tenshi_akuma) >> HERE

Memperlihatkan “Diriku” lewal gambar-gambar monochrome
Merilis album ketiganya “Monochrome” sejal debut terakhirnya di Jepang 5 tahun lalu. Album ini sangat berbeda dengan album sebelumnya, lirik yang ekspresif digunakan untuk memperlihatkan dirinya di album ini. Mari lebih dekat lebih dalam dengan wawancara panjang ini dan catatan kutipan kata-kata Jang Keun Suk.

Catatan : J (JKS) , R (Reporter)

J: Apa menurutmu album ini sangat berbeda?

R: Memang benar-benar berbeda.

J: Dibandingkan 2 album sebelumnya, judul dan keseluruhan kesan dari sampulnya sangat berbeda. Tentu saja ada perubahan juga di dalamnya.

R: Ya, makanya akan lebih bagus dimulai dengan pertanyaan tentang alasan perubahan itu.

J: OK, Apa kau masih ingat warna tema dari album pertamaku “Just Crazy”?

R: Warna ungu kan?

J: Ya, bagaimana dengan album keduaku “Nature Boy”?

R: Warna hijau.

J: Kau mengingatnya dengan sangat baik (tertawa). Dan album ini “Monochrome”, persis seperti namanya, mengekspresikan gaya hitam putih. Tetapi, sejujurnya, kami memutuskan judulnya setelah kami menyelesaikan album. Aku punya pemikiran bahwa pemikiran ini berubah warna di setiap album dengan proses perkembangan..

R: Perkembangan? memperlihatkan proses perkembangan Jang Keun Suk? Apakah ini maksudnya?

J: Ya, aku tidak yakin apakah sesuai mengatakannya sebagai perkembangan, tetapi aku menurutku itu gambaran terbaik sekarang. Karena aku ingin melakukan pendekatan kali ini. Maksudku aku ingin menggembarkan diriku yang sebenarnya. Maka ketika aku memulai produksi album ini, aku mengatur tema utamanya sesuatu seperti “Hidupku sendiri” dan Satu pe satu”.

R: Monochrome menghilangkan kebutuhan akan dekorasi yang berlebihan, ini seperti mengungkapkan kebenaran pada semua orang.

J: Aku sedang bertanya-tanya “Apa tujuan sebenarnya keberadaan orang yang dipanggil Jang Keun Suk ini di dunia ini?” Memiliki pemikiran mendalam tentang kehidupanku sendiri mendorongku mendapatkan ide untuk judul album ini. Di kedua albumku sebelumnya, kesannya adalah “Datang dan bersenang-senang bersamaku! Ayo berpesta!”, namun gambar utama di “Monochrome” adalah “Kuharap kalian memahami isi hatiku”, “ini adalah kata-kataku, apa kau mau mendengarkannya?”

R: Aku mengerti, jadi ini menggambarkan proses perkembangan dirimu.

J: Mungkin aku juga bisa mengatakan bahwa di kedua albumku sebelumnya adalah “Geun-chan dan album semua orang”, tetapi untuk album baru ini adalah “Album kau dan aku”.

R: Benar sekali, dibanding 2 album sebelumnya, album ini memiliki sentuhan personal yang lebih dekat.

J: Ini bukan Geun-chan tapi Jang Keun Suk. ‘Monochrome” adalah album Jang Keun Suk.

R: Aku terkejut ketika aku mendengarkan album ini, ini tidak seperti albummu sebelumnya. Tidak ada nada glamor tidak juga ekspresi yang berlebihan. Itulah mengapa aku merasa khawatir dengan kesehatan mentalmu.

J: Hahahaa, Aku mengakui keseluruhan kesannya adalah mendalam dan serius; namun lebih akurat, mungkin tidak sepenuhnya mendalam, tetapi karya yang terbuka, yang mungkin menambahkan keseriusan. Tema utamanya tidak tentang keseriusan, kejujuran dan keterbukaan adalah yang ingin aku fokuskan, tetapi aku tahu mungkin terlalu mengejutkan, dan judulnya menyebabkan beberapa kebingungan ketika aku pertama mengungkapkannya pada produser.

R: Apakah produsernya sama dengan yang sebelumnya, Tuan. Choi Chul Ho?

J: Ya. Dia sepertinya mempunyai ide “Apa kesan album terbarumu adalah merah?”. Tetapi, aku mengejutkannya dengan perubahan pembicaraan tiba-tiba tentang “Kehidupan” dan “Satu per satu” yang tidak pernah diperkirakan. namun, kemudian dia berkata “mungkin ini waktu yang tepat untuk memasukkan perkembangan personal dirimu di album ini”.

R: Apa yang membuatmu memiliki pemikiran mendalam tentang kehidupanmu sendiri tersebut? Apa kau tahu?

J: Hmmm,, Itu mungkin berhubungan dengan kelulusanku dari universitas setahun lalu.

R: Hah? Kau masih belum lulus tahun lalu?

J: Iya (tertawa), dan sekarang aku sedang kuliah pasca sarjana. Aku mulai menjalaninya sejak tahun lalu. Mungkin itu adalah salah satu alasannya. Dan aku pikir juga ada hubungannya dengan usia. Menurut kalender Korea, usiaku 29 tahun (27 menurut kalender masehi). Aku segera menuju usia 30. Ada dorongan perkembangan bagi diriku untuk terus tumbuh dan dewasa.

R: Tidakkah kau khawatir kalau pendengar akan merasa bahwa album ini terlalu sederhana? Bagaimana jika banyak penggemar masih menunggu Jang Keun Suk yang mempesona?

J: Sekalipun begitu, seseorang hanya bisa menahan masa lalu jika diri yang sebenarnya bisa diungkapkan, ya kan?

R: Tidakkah kau takut image sebelumnya akan rusak?

J: Tentu saja tidak. Sampai sekarang, masih banyak sisi diriku yang belum diketahui semua orang, namun ada keinginan kuat untuk memperlihatkannya pada semua orang.

R: Ngomong-ngomong, aku mengetahui kau punya tekad untuk menyanyikan semuanya dalam bahasa Jepang. Aku pikir ini salah satu keunikan dari “Monochrome”

J: Itu adalah bagian yang sangat penting. meski itu benar-benar sulit. (Tertawa)

R: Banyak bagian chorus yang juga semuanya dinyanyikan dalam bahasa Jepang.

J: Kali ini semua lirik ditulis oleh tangan orang Jepang.

R: Bagaimana dengan lagu yang sebelumnya? Liriknya ditulis dalam bahasa Korea dulu dan dikonversi ke bahasa Jepang?

J: Hampir setengahnya diproduksi dengan cara seperti itu. Namun, kali ini aku meminta untuk menulis semua lagu dalam bahasa Jepang dari awal.

R: Kenapa begitu?

J: Ini sedikit sulit untuk dijelaskan…

R: Tidak apa-apa, Lanjutkan saja.

J: Aku ingin menyanyikan cara pandang yang dikemas rapi daripada bernyanyi tentang kisahku sendiri.

R: Lebih detail?

J: Lirik Jepang penuh dengan perasaan dan emosi. Mengekspresikan keunikan Jepang, aku ingin menyentuh hati pendengar lebih dekat. itulah mengapa aku meminta bantuan penulis lirik Jepang.

R: Jadi menurutmu bukan emosi personal secara langsung, tetapi menggambarkan cara pandang melalui lirik lagu adalah lebih baik?

J: Benar sekali.

R: Bukankah itu bertentangan dengan apa yang baru saja kau sebutkan tentang “berharap pendengar mendengarkan dirimu yang sebenarnya”?

J: Bagaimana mengatakannya ya~ Mungkin seperti ketika seorang aktor bermain dalam drama atau acara TV, yaa, sebenarnya tidak persis seperti itu juga. Untuk mengekspresikan diriku adalah tujuan utama, disaat yang sama, pengaturan dari penulis lirik profesinal juga diperlukan untuk itu. Dengan bantuan mereka, aku yakin aku bisa mengungkapkan diriku yang sebenarnya dengan lebih baik.

R: Jadi bisa kita bilang bahwa isi dari setiap lagu mengungkapkan perasaan dari Jang Keun Suk?

J: Benar, aku banyak berkomunikasi dengan penulis lirik di setiap lagu. Untuk mendapatkan penulisan lirik, beberapa orang datang langsung ke Korea dari Jepang. Bagi mereka yang tidak bisa datang karena jadwal yang padat, produser yang terbang ke Jepang untuk memberitahukan pemikiranku. Seperti inilah, kami membuat lagu-lagu itu.

R: Oleh karena itu kita juga bisa merasakan satu kesatuan dari keseluruhan album.

J: Setiap lagu dimulai dengan emosi personal. Berbicara tentang mengekspresikan emosi, pemikiran spesial telah dibuat bahkan dalam gaya bernyanyi. Contohnya, “Gu tto La kku – Good Luck”, Aku biasanya menggunakan pelafalan Inggris “Good Luck” untuk bernyanyi sebelumnya. Namun di album ini, aku memilih untuk menyanyikan dengan jelas setiap kata (Gu tto La kku”, karena aku rasa akan terhubung dengan lebih baik dengan penggemar Jepang.

R: Jadi kami akan mendengar pelafalan seperti “Ra Ji O – Radio” di lagu “Road Race” dari “Monochrome”?

J: Benar! Itu belum pernah terjadi hingga sekarang. Tidak menggunakan pelafalan Inggris “Radio”, tetapi sengaja menggunakan cara pelafalan Jepang untuk menyanyikannya.

R: Perkenankan aku bertanya tentang lagu utama “Hidamari”. Aku pikir itu mewakili lagu “Kau dan aku”.

J: Seperti judulnya yang memberikan kehangatan, lagu ini menyampaikan banyak pesan berisi harapan.

R: Melodi pop dengan lantunan lagu yang bersahabat.

J: Lirik di chorus adalah “Jika kau meneteskan air mata, aku hanya ingin berada di sampingmu tanpa sepatah kata”.

R: Memang, seperti matahari yang bersinar dengan lembut di hari yang dingin, lagu ini memberikan kehangatan di hati kita.

J: Khususnya aku menyukai chorus ini. itulah kenapa aku terpikat dengan lagu ini sejak pertama aku mendengarnya. Dan melodinya juga mudah diingat, jadi aku harap kita bisa bernyanyi bersama di pertunjukkan langsung.

R: Aku bisa membayangkan mendengarnya secara langsung, perasaan yang menyenangkan akan bertambah.

J: Sebenarnya, pada awalnya lagu utamanya adalah “Fragile like snow (awai yuki no yoh ni)”, bukan “Hidamari”. Namun, segera setelah aku menyelesaikan rekaman “hidamari”, semua staf berkata “Aku suka lagu ini!”, “Ini harus menjadi lagu utama”, dan sepakat untuk mengubahnya.

R: “Fragile like snow” adalah lagu pertama, lagu cinta musim dingin ada di album ini, kurang lembut dibandingkan “Hidamari”.

J: Itu lagu rock, dan memiliki beberapa gaya dari 2 albumku sebelumnya, itulah kenapa selama awal produksi, lagu ini dianggap berpotensi sebagai lagu utama.

R: Keduanya lirik dan lagunya penuh semangat.

J: Lagu yang berkesan sentimentil dan sedih akan meninggalkan kesan mendalam pada pendengar di album ini. Namun, “Fragile like snow” adalah lagu dinamis yang menggambarkan kesan karismatik seorang laki-laki. Aku bisa katakan mungkin ada kecenderungan perasaan karakter Do-S.
Catatan tenshi_akuma : Do-S adalah cara orang Jepang menggambarkan salah satu karakter. Do berarti ekstrim. S artinya sadis. Seperti perannya di YAB, karakter yang seperti bos terkadang disebut Do-S di Jepang.

R: (Karakter Do-S) Ini sedikit mirip dengan gaya Jang Keun Suk (tertawa). Ngomong-ngomong, muncul gambaran cinta di lagu ini seperti cinta yang terlarang.

J: Hmm.. sebuah cinta terlarang. Dalam beberapa hal, kau mungkin merasa begitu, dengarkanlah.

R: “Before Dawn”, “Road Race” dan “To the place where the sun shines”. Aku rasa 3 lagu ini memberikan album ini hentakan.

J: Itu lagu-lagu dengan tempo cepat.

R: Dibandingkan album sebelumnya, keseimbangan antara lagu cepat dan lagu pelan berbeda jauh. Aku rasa menyanyikan “Before Dawn” sulit bagimu?

J: Sangat sulit (tertawa). Dibandingkan dengan lagu yang pendek, ada lebih banyak kata di satu lagu ini, yang membuatnya lebih sulit. Sebaliknya, rekaman lagu lain yang bertempo cepat “Road Race’ selesai dalam sekejap mata. Aku bisa bernyanyi dengan alami seperti hatiku mengalir dengan tempo cepat dari lagu ini.

R: Ditempatkan sebagai lagu terakhir di album ini “Let’s go back sweet home”, musik akustik yang pelan memberikan kita suasana bebas. Sangat menyentuh.

J: Itu adalah lagu pengakuan dariku untuk diriku sendiri. Aku pikir lagu ini punya sebuah aspek. Sebelumnya aku tidak pernah punya waktu untuk merefleksi diriku sendiri, namun, sejak tahun lalu aku akhirnya mempunyai waktu untuk berhenti dan bertanya pada diriku sendiri “Kenapa aku berlari sampai kesini?”. Lagu ini mencerminkan perasaan seperti itu.

R: Di bagian terakhir “Bertemu hari esok, waktunya untuk terus melangkah” benar-benar meninggalkan kesan mendalam.

J: Benar. Kembali ke rumah bukan berarti pemberhentian terakhir.

R: Jadi, aku kira idenya terhubung dengan karakter dari album “Monochrome”? kau berhenti merefleksi dirimu sekarang, tetapi…

J: Ada perasaan yang terhenti sejenak. Meski aku berhenti sejenak, juga ada waktu untuk berkembang. Jadi ada kemungkinan kalau aku akan menjadi bersemangat lagi. Jika itu terjadi, maka akan memberikan pandangan baru. “Monochrome” adalah sebuah album yang sangat berarti bagiku, bahkan sampai aku mati.

—-

Catatan pribadi dari JKS

1. 淡い雪のように (awai yuki no yoh ni; Fragile like snow; Rapuh seperti salju)
Aku pikir hanya lagu ini yang memberikan kesan yang sama seperti 2 album sebelumnya. Oleh karena itu awalnya lagu ini dipilih sebagai lagu utama. Bukankah kalian pikir lagu ini memberikan perasaan naik turun dari seorang pria yang karismatik?

2. 鳴らない目覚まし時計 (naranai mezamashi dokei; The alarm clock that doesn’t ring Jam beker yang tak berbunyi)
Sebaliknya, sebuah lagu sedih. Tak terpikirkan olehku untuk menyanyikan lagu yang sedih, tetapi ini memberikan tantangan baru untukku. Ini adalah lagu patah hati yang berbicara tentang kisah dari masa lalu hingga sekarang.

3. 夜明け前 (yoake mae; Before dawn; Sebelum fajar)
Sebagai lagu bertempo cepat, yang menggunakan banyak lirik, karena itulah paling sulit untuk direkam. Ada bagian dalam lirik “Meski jika jawabannya tidak jelas, lihatlah pada dirimu dahulu dan lihatlah kedepan” yang berbicara tentang berbagai rintangan yang harus dihadapi.

4. ひだまり (Hidamari; Sunshine; Sinar mentari)
Lagu utama dari album ini. Segera setelah selesai direkam, staf dan aku sepakat berkata “inilah lagunya!”. Sebuah lagu yang berisi dengan chorus yang penuh harapan! Aku belum yakin, jika memungkinkan, aku berharap untuk menyanyikannya sambil bermain gitar saat konser.

5. 空と君と (sora to kimi to; The sky and you; Langit dan dirimu)
Lagu ini hanya termasuk di dalam edisi normal, lagu bertempo sedang. Lagu ini juga tentang harapan, namun tidak seperti gaya zikzin kedepan sebelumnya, ini sedikit lebih teratur, menyentuh langsung kedalam hati yang mendengarkan lagu ini.

6. ロードレース (Road race; Rute balap)
Lagu bertempo cepat, sebenarnya ini lagu tercepat di album ini. Dengan tempo yang kuat, bernyanyi secara alami seiring dengan detak jantung. Itu seperti bernyanyi di atas kereta yang melaju.

7. 一つ傘の下 (hitotu kasa no shita; Under an umbrella; Di bawah sebuah payung)
Bukan lagu yang sedih. Aku suka sekali bagian “tu tu tu ttu~~”. Ada sebuah film berjudul “Begin Again”. Aku merasa lagu ini memiliki atmosfir yang sama seperti film itu.

8. 風 (kaze; Wind; Angin)
Penuh dengan emosi. Oleh karena itu membutuhkan banyak energi untuk menyanyikannya. Sebenarnya, setelah rekaman lagu ini, aku sangat lelah dan jatuh di mobil saat perjalanan pulang. Itu seperti seseorang menyanyikan lagu di panggung sendirian.

9. 陽の射す方へ (hi no sasu hoh e; To the place where the sun shines; Menuju tempat dimana matahari bersinar)
Lagu semangat yang bertempo cepat, dengan pesan yang kuat tentang terus maju, cocok untuk kegiatan olahraga atau soundtrack animasi. Selama demo, judul asli dari lagu ini adalah “World Cup”. (tertawa)

10. 春になれば (haru ni nare ba; When spring comes; Saat musim semi tiba)
Akan lebih sesuai dikatakan bahwa liriknya seperti sebuah percakapan. ketika aku membaca lirik berbahasa jepang, aku berpikir begitu. Meski setelah menyanyikan lagu ini, aku merasakan yang sama. Aku merasa seperti aku sedang berbicara dengan teman-teman di masa-masa SMP atau SMA. Ini adalah lagu kesukaanku di album ini.

11. 家に帰ろう (uchi e kae roh ; Let’s go back sweet home; Ayo pulang ke rumah)
Diletakkan sebagai akhir lagu di album, lagu yang hangat dan mengenangkan. “Tidak ada ketakutan sama sekali. Aku menjalani hidupku dengan tergesa-gesa”. Mungkin kata-kata ini sedikit menggambarkan kehidupanku sejauh ini, diriku saat ini, menggambarkan diriku yang sebenarnya melalui lagu ini.

[Music] Jang Keun Suk “鳴らない目覚まし時計” (The Alarm Clock That Doesn’t Ring)

English translation: tenshi_akuma and Hazy

mou nido to ugoka nai
tokei no hari
marude ima no futari no yoh da ne
(One cannot put back the clock.)

tick tack…
hanare te tatte mata kasane atte
zutto onaji mirai yume miteta no ni

aruhi totuzen ni toma tte shima tta mama
naranai bokura no mezamashi dokei

moshimo hari wo hidari ni modose ru nara

moh ichi do daki shime te
ano hi door no mukou kimi no sabishi ge na senaka
oikake te hanasa naide itara na n te
samenai yume wo mite ru boku wo okoshi te yo

tick tack…
shiranu kao de toki wa nagare te yu ku
omoide dake koko ni nokoshi ta mama

futari de kurasou to kimi to yakusoku shite
issho ni ka tta yo ne mezamashi dokei

moshimo hari wo migi ni susume ru nara

mou ichi do fure taku te
sukoshi tumetai yubi
kimi to aruita matinami
u tu rou yoh ni bokutachi no kisetu mo
ituka kawa tte shimau koto wo kimi wa shi tte tano?

yoake no sora kimi wa ima dokode nemuru no?

mou ni do to ae naku te
yagate kimi mo
boku mo hibi mo wasu rete shimau darou
waka tte iru no ni tokei no hari mitume nagara
mada kimi wo ma tte iru boku wo wara tte yo

ugo kashi te yo
toki wo tome ta futatu no hari wo
mou ichi do

~
Indo trans

Jam itu tidak pernah berdetak lagi
Seperti hubungan kita sekarang
(Seseorang tidak bisa memutar kembali waktu)

Tik Tak
Meskipun terkadang kita terpisah
kita bisa bersama lagi dan menanti masa depan bersama

Suatu hari, tiba-tiba semuanya
terhenti dan tidak perdah berdetak lagi
Jam weker kita

Jika aku bisa memutar jarum jam itu…

Aku ingin memelukmu sekali lagi
Aku akan berlari menuju punggungmu yang kesepian saat kulihat di sela pintu hari itu
Dan tidak akan pernah melepasmu
(Aku mengerti itu hanyalah mimpi yang tidak dapat terjadi didunia nyata, namun)
Aku masih belum terbangun dari mimpi
Jadi tolong bangunkan aku, (jam weker)

Tik Tak
Waktu berlalu, tidak peduli (pada penderitaanku) seperti mata yang terpejam
Hanya kenangan kita yang tersisa

Ketika kita berjanji untuk hidup bersama,
aku membeli jam weker ini bersamamu

Jika aku bisa memutar jarum jam

Aku ingin menyentuh kembali jemari rampingmu yang dingin
Seperti jalanan yang kita lalui telah berubah,
Apa kau tahu musim kita juga berubah hari demi hari?

Di bawah langit fajar, dimanakah kau tertidur sekarang?

Karna kita tidak bisa bertemu kembali,
Kau akan melupakanku dan hari-hari kebersamaan kita
Tapi aku harus mengakuinya,
Aku masih menunggumu, sambil memandangi jarum jam itu
Kau boleh menertawai kebodohanku.

Jadi tolong perbaiki jam yang berhenti berdetak itu sekali lagi.

~

That clock never ticks again.
Just like our current relationship.
[One cannot put back the clock.]

tick tack…
Even though we parted temporarily,
we got together again and had looked forward to a future together.

One day, all of a sudden,
it stopped and never tick again.
Our alarm clock.

If I could reverse the hands of the clock…

I would embrace you once again.
I would run after your lonely back I saw through a door on that day, and would never let you go.
(I understand it’s just a dream never happens in reality, but) I’m still not awake from the dream.
So please wake me up, (the alarm clock)

tick tack…
Time passes, oblivious (to my sufferings) like closed eyes.
Only our memories remain.

When we promised to live together,
I bought this alarm clock with you.

If I could forward the hands of the clock…

I would like to touch your slightly cold finger again.
As the streets where we have walked along changed,
did you know that our season would also change day by day?

Under the dawn sky, where are you sleeping now?

As we can’t see each other again,
you’ll forget both me and our days before long.
But I have to admit,
I’m still waiting for you, staring at the clock hands.
You can laugh at my silliness.

So please mend the clock which had stopped to tick once again.