[Artikel] Jang Keun Suk Ungkap Perbedaan Trainee yang Bertahan dan Tereliminasi di Produce 101

English source : soompi

Dalam wawancara terbaru dengan majalah selebriti lokal Srat1, aktor Jang Keun Suk berbagi pemikirannya tentang traine yang bertahan dan tereliminasi yang tampil dalam acara Mnet “Produce 101”.

Sebagai pembawa acara, dia terlibat secara langsung megikuti dengan kemajuan dan kemunduran 101 kontestan dalam acara tersebut. Ketika ditanya apa perbedaa utama antara trainee yang bertahan dan yang tereliminasi, dia menjawab itu berdasarkan satu faktor penting. “Tidak ada perbedaan besar. Hanya waktunya yang membedakan mereka.”

“Kesempatan tidak bisa diberikan sama rata dan di waktu yang sama. Waktunya sudah sangat baik bagi trainee yang bertahan dan mereka yang tereliminasi pasti akan mendapatkan saatnya masing-masing.”

Mengenai kemiripan antara dirinya dengan para trainee, dia mengatakan, “Bahkan setelah menjadi seorang aktor, aku tak henti menunggu akan sesuatu. Seperti mereka, aku menunggu projek yang bagus dan orang-orang akan menilaiku. Aku sangat terkesan pada mereka.”

Sementara itu, Jang Keun Suk sedang membintangi drama terbaru SBS “Daebak” yang tayang perdana pada 28 Maret.

[Artikel] Penulis Drama TV Ungkap Profesionalisme Jang Keun Suk dan Yeo Jin Goo

English source : KPOPHERALD

Penulis drama TV fiksi sejarah SBS TV “Daebak” berkomentar tentang aktor Jang Keun Suk dan Yeo Jin goo atas profesionalisme mereka dalam sebuah wawancara dengan media lokal OSEN pada hari Kamis.

Penulis naskah Kwon Soon-kyu berkata dia “sangat puas” dengan para pemain, karena tekanan yang Jang dan Yeo hadapi.

Kwon yang berusia 39 tahun itu berkata dia merasa “terhormat” bisa bekerja dengan bintang Hallyu Jang, yang mengambil peran sebagai Dae Gil, seorang penjudi miskin, setelah 2 tahun hiatus dari layar kaca.

“Peran Dae Gil harus bertahan dengan kesulitan, maksudku, secara fisik.” Kwon berkata, “Aku meyakinkan beberapa kali bahwa Jang bisa melakukan semua itu. Dia akan dihajar, dilempar ke lubang kotoran dan berguling-guling di tempat yang kotor. Mengejutkannya, dia sangat antusias dengan peran tersebut.”

Kwon memuji Yeo yang berusia 18 tahun, yang mengambil peran dewasa pertamanya sebagai Raja Yeongjo dari Dinasi Joseon. Yeo sebelumnya mendapat perhatian dengan banyak peran anak-anak dengan debutnya di tahun 2005.

“Yeo sendiri mungkin akan merasakan tekanan dengan peran dewasa pertamanya, tetapi aku yakin dia bisa mengatasinya.” ucapnya. “Aku melihat potensinya untuk menjadi aktor yang sukses di kemudian hari,dengan nada suara rendahnya. Aku pikir dia bisa berakting dalam peran di drama sejarah klasik berikutnya.”
“Aku telah melihatnya menyamar sebagai raja dengan kumis dan jenggot, dan dia sangat cocok.” tambah Kwon.

Drama ini, tayang setelah drama fiksi sejarah “Six Flying Dragon,” yang mulai syuting Kamis lalu. Episode perdananya dijadwalkan tayang pada 22 Maret.

[Obrolan Sambil Minum 3] Jang Keun Suk “Ingin Berakting Bersama Yoo Ah-in”

Source: 일간스포츠 (Daily Sports)
English trans: Hazy Lee >> HERE
Edited by: tenshi_akuma

Pesan JKS untuk Tahun Baru Lunar : Selamat Tahun Baru~
Aku harap kalian akan tetap sehat dan tersenyum melalui tahun ini

Q&A dari foto di atas (Credit: Mandy Pan):

1. Lagu yang aku suka dengarkan akhir-akhir ini dari (Kim Gun Mo)
2. Rekan kerja terbaik yang pernah bekerja bersama sejauh ini adalah (Ha Ji Won)
3. Hal paling membahagiakan bagiku akhir-akhir ini adalah (Daebak)
4. Saat paling menyedihkan tahun ini (tidak ada)
5. Aku akan (meneriakkan suara aneh) ketika stres.
6. Jika aku bukan seorang aktor, Aku akan mengerjakan pekerjaan (yang berhubungan dengan mobil)
7. Aku harus bekerja dengan (Yoo Ah-In) lagi
8. (Orang-orang) adalah hal paling berharga bagiku.
9. Sejarah kelam yang ingin aku hapus adalah ( ) – kosong
10. Pesan pendek di halamn utama ponsel adalah (Psycho-J)
11. Acara TV kesukaan adalah (Produce101)
12. Aku lebih baik mati daripada makan ( ) – kosong
13. ika aku diberi seminggu untuk loburan, Aku ingin (pergi kemping ke gunung).
14. Hal pertama yang aku lakukan setelah bangun tidur adalah (mencari berita tentangku).
15. Pekerjaan paling penting bagiku adalah (Daebak)

– Kau telah melalui perbincangan tentang isu pajak.
“Benar, meskipun sudah diklarifikasi berulang kali sebelumnya bahwa perusahaan telah menyelesaikan masalah ini, tetapi publik merasa aku bersembunyi dari media, namun aku tidak memilih untuk berteriak ‘Aku tidak bersalah’. Sebaliknya, aku sangat tegar saat itu.”

– Kau diedit dari ‘Three meals a day sebagai dampaknya.
“Aku bertemu PD Na baru-baru ini. Dia berkata kita harus bekerja bersama di acara berikutnya. Sampai sekarang aku belum menonton ‘Three meals a day’. (tertawa)”

– Kau dianggap pionir dari bintang Hallyu.
“Itu seperti pedang bermata dua. Ada banyak bintang Hallyu dan juga sukses sebagai aktor, namun dipikir-pikir kembali, bintang hanyalah panggilan. Senior Choi Min-sik, Song Kang-Ho dan Sol Kyung-gu tidak disebut bintang. Hanya aktor lokal yang sukses di luar negeri yang dipanggil bintang.”

– Apakah itu dirimu yang ingin menjadi aktor cilik?
“Aku penuh dengan cita-cita sejak muda, orangtuaku bisa melihatnya dan membantuku mendapatkan koneksi. Aku memiliki tekad yang bulat saat itu, dan bisa datang ke Seoul menggunakan jalur lokal. Aku naik bus sendiri pulang dan pergi ke sekolah sejak kelas 3 SD.”

– Adakah keuntungan atau kerugian menjadi aktor cilik?
“Semua orang akan merasakan perbedaannya kurasa. Bagiku, aku pikir itu bagus. Pengalaman sejak muda membantuku membentuk diriku dan membangun pondasi. Aku tidak bisa lari dan menghadapi banyak kesulitan, namun aku dapat bertahan dan segalanya menjadi lebih baik.”

– Apa kau tidak suka dicap sebagai aktor cilik?
“Dibandingkan dengan aktor cilik lain, aku tidak berpikir aku sukses, aku merasa aku melakukan lebih baik sebagai orang dewasa. Meskipun publik mengatakan “bagus, bagus”, namun faktanya, tidak ada yang mengingat karya di masa kecilku.”

– Kenapa kau merasa kau tidak terkenal diantara lelaki?
“Tidak ada peran dimana laki-laki bisa dilibatkan. Hanya ada 2 yaitu ‘Beethoven virus’ dan ‘Itaewon Homicide’. Setelah itu menjadi drama dengan tipe seperti ‘You’re Beautiful’ dan ‘Love Rain’. Hingga hari ini, laki-laki yang melihatku masih memberitahuku “sangat menyukai aktingmu di Beethoven Virus’.”

– Apa kau sering pergi clubbing?
“Aku tidak lagi sering clubbing diantara artis akhir-akhir ini. Klub adalah zona bahaya. Insiden, kecelakaan terjadi seperti hal biasa. Aku lebih memilih mengundang teman yang aku kenal ke studio kerjaku untuk minum sambil memutar musik dengan kencang.”

– Lagu Zion T ‘Yanghwa Bridge’ mirip dengan pengalaman pribadimu?
“Itu adalah laguku. Ayah seorang sopir dan ibu pencuci piring. Aku tidak punya saudara, anak satu-satunya. Untuk anak laki-laki mereka, mereka datang ke Seoul hanya dengan membawa 200.000 won dan bekerja keras. Mengingatnya kembali, aku mempunyai ide untuk bekerja keras dan menghasilkan uang sejak muda.”

– Ada aktor yang kau harapkan bisa bekerja bersama?
“Yoo Ah-in. Aku sudah kenal dia sejak muda, dia meraih sukses besar tahun lalu. Aku harap bisa bekerja bersama dengannya sebagai lawan main di sebuah projek akting.”

– Kau akan wamil tahun ini?
“Tentu. Tidak ada perasaan gelisah mengenai wamil, dan aku merasa normal. Aku rasa itu adil. Aku dulu bekerja di awal usia 20an saat teman-temanku di kampus yang seumur menyelesaikan wamil mereka. Mereka semua lulus dan mulai bekerja, dan sekarang adalah giliranku untuk masuk wamil tetapi aku tidak merasa terganggu atau gelisah akan hal itu.”

– Tujuan untuk tahun ini?
“Berada di domestik. Sebelumnya aku fokus pada kegiatan luar negeri, aku harap bisa mengembalikan lagi namaku secara lokal tahun ini. Untuk mendapatkan kembali harga diriku sebagai seorang aktor.” [Selesai]

[Obrolan Sambil Minum 2] Jang Keun Suk “Pengalaman dari Kesuksesan dan Kegagalan Hidup”

Source: 일간스포츠 (Daily Sports)
English trans: Hazy Lee >> HERE
Edited by: tenshi_akuma

– Kau membintangi ‘Daebak’.
“Ini adalah drama dimana aku mempertaruhkan kehidupan aktorku untuk dilakukan. Tantangan pertamaku setelah beranjak 30 tahun, sebuah ruang untuk menentukan apakah aku seorang aktor atau seorang entertainer.”

– Kau menunjukkan tekad yang bulat.
“Aku tidak yakin apakah orang-orang akan berpikir Jang Keun Suk sebagai orang beruntung atau tidak beruntung, namun tetap saja ‘Tak punya drama yang hit meski berakting bagus’. Aku telah melalukan banyak hal sebagai artis, sekarang aku ingin mengungkapkan diriku yang sebenarnya kali ini.”

– Hal apa dari ‘Daebak’ yang paling menarik perhatianmu?
“Aku sudah melakukan komedi romantis hingga kini, dan tidak mendapatkan hasil yang baik. Aku masih belum mendapatkan jawaban meski telah membaca naskah ‘Daebak’. Ada banyak pemikiran yang masih membuatku penasaran bahkan sampai sekarang, yang membuatku bahkan makin tertarik. Tidak akan mudah sebagai seorang aktor untuk memerankannya. Karakternya tidak mudah untuk diperankan. Peran yang sangat menantang, tetapi patut untuk dicoba.”

– Itu dikatakan versi Joseon dari ‘All in’.
“Perjudian juga terjadi saat itu, cerita kehidupan yang berkembang dari meja judi.”

– Apa kau merasa tertekan beranjak 30 tahun?
“Semua orang mungkin merasakan yang sama saat berusia 30 tahun, tetapi berbeda bagiku, karena aku mulai bekerja di usia yang sangat muda, oleh karena itu aku merasa kalau aku sudah mengalami hidup sebagai orang berusia 30 tahun.”

– Bagaimana perasaanmu tentang usiamu yang ke 30 sekarang?
“Biasanya ada banyak hal yang orang ingin capai dan lakukan ketika mereka berusia 30 tahun, tetapi bagiku, masa-masa itu sudah berlalu. Sekarang aku bergairah dengan berpikir ini saat yang bagus untuk memulai sekali lagi.”

– Tahun lalu apakah hari-hari terasa berat bagimu?
“Hari-hari yang berat.. kau tahu bagaimana aku menghabiskan tahun lalu… meskipun begitu aku merasa lebih baik bisa melewati masa-masa itu. Seringkali aku diburu oleh waktu, namun tahun lalu aku tidak khawatir dengan apa yang diriku atau yang orang lain pikirkan tentangku. Aku pikir aku harus bercermin pada diriku yang berumur 20an itu.”

– Bagaimana kamu melewati (tahun lalu)?
“Mengesampingkan sebutanku sebagai aktor, aku kembali ke kampus (Hanyang University Film Theatre) dan belajar. Aku syuting film bersama teman sekelasku dan menyelesaikan banyak projek dengan juniorku.”

– Sepertinya kau sangat mencintai kampusmu.
“Tempat terbaik untuk membebaskan diriku, bersama teman-teman, junior dan dosen. Tidak ada manager di dekatku, sebuah tempat dimana aku bisa sendiri. Teman-teman tidak merasa tertekan ketika aku bersama mereka dan aku bisa meminta bantuan mereka akan hal-hal yang tidak kumengerti dan aku dengan senang hati menerima kritik pedas dari dosen-dosenku. Aku sangat menghargai itu.”

– Kau melakukan banyak donasi, benar?
“Itu adalah tanda cintaku pada kampus. Aku sekarang merasa donasi harus dilakukan dengan terbuka. Banyak yang berdonasi dengan diam-diam. Namun hanya dengan tekad yang jelaslah sehingga seseorang akan dengan tekun melakukannya lagi, dan tidak begitu diperlukan untuk dilakukan dalam bentuk tunai. Pola pikir seperti harus dirubah.”

-Kau sudah menyutradarai beberapa film di kampus. Bagaimana rasanya?
“Aku belum mencapai level profesional dalam memahami perasaan sebagai sutradara. Bahkan sebagai sutradara, ketika aku melihat ke lensa kamera, aku akan melihat posisiku sebenarnya sebagai aktor, sekarang aku berharap bisa segera kembali ke suasana syuting.”

– Tahun ini adalah peringatan 25 tahun setelah debut.
“Tidak mudah bisa sampai disini. Aku tidak pernah istirahat selama ini. Aku bisa istirahat ketika aku tidak bekerja, tetapi tidak ada waktu dimana aku bisa istirahat saat aku menginginkannya. Seperti saat istirahat yang terjadi tahun lalu adalah pertama kalinya. Jadi, aku terus melakukan persiapan untuk menuju 30 tahun.”

– Apa yang sudah kau raih dan kehilangan sejauh ini?
“Aku pikir aku sudah mengalami keduanya, kesuksesan dan kegagalan. Aku pikir karirku untuk menilai seorang aktor bernama Jang Keun Suk mungkin tidak cukup panjang, namun bagiku dengan pandangan publik tentangku, jawabannya akan terungkap, itu akan menjadi rapotku selama 25 tahun.”

– Kapan saat kau merasa paling sukses?
“Konser Tokyo dome 2011. Ketika aku sedang belajar di New Zealand, aku dekat dengan banyak teman orang Jepang. Saat itu aku berpikiran untuk menjadi artis Korea yang terkenal di Jepang. Aku pikir ‘Aku harus bediri di Tokyo dome dalam 10 tahun’ dan aku melakukannya dalam 9 tahun. Namun setelah konser Tokyo Dome, aku mulai terpuruk. Sungguh ironis.”

– Bagaimana perasaanmu ketika kau berdiri di panggung Tokyo Dome?
“Aku merasa seperti mimpi selama 2 jam. Aku sangat terpukau dan aku bahkan tidak yakin kalau aku sudah melakukan konser itu. Bukan di Korea, tapi di Jepang, 50.000 penonton hanya melihatku, benar-benar pengalaman sekali seumur hidup.”

– Di sisi lain, kapan kau merasa kau benar-benar terpuruk?
“Sebenarnya ini sangat samar-samar. Tidak ada standar yang pasti. Seseorang akan merasa bahwa hal terburuk adalah ketika mengalami keadaan yang sulit, namun saat yang lain menghadapi situasi yang lebih sulit, seseorang akan merasa lebih buruk. hingga kini, aku sudah mengalami berbagai rintangan berkali-kali. Aku tidak bisa yakin jika aku harus menghadapi hal lain yang lebih sulit kedepannya nanti.” [Bersambung]